Trend is your friends. Trend adalah
temanmu, begitulah kata pelaku pasar modal. Bahwa dalam “bermain” di dunia
pasar modal atau efek, maka kita tidak bisa dan tidak boleh melawan trend.
Karena itu adalah kondisi pasar. Barangsiapa yang melawannya maka ia beresiko
mengalami kerugian bahkan bisa jadi kegagalan.
Kekuatan dari trend memang luar biasa. Para ABG menggunakan
istilah trend sebagai trendy atau sesuatu yang bersifat masa kini. Setiap yang
dipakai, digunakan dan dikonsumsi adalah trend. Lifestyle.
Akan tetapi Apple dibawah kepemimpinan Steve Jobs mengubah
pemikiran itu. Ada hal selain trend. Trend saja tidak cukup. Yang dimaksud
adalah inovasi. Inovasi yang dilakukan Jobs mampu mengubah pola pikir orang
lain yang general menjadi pola pikir yang berbeda. Trend tidak lepas dari inovasi.
Tempora mutantur et nos mutamur in illis. Trend dan inovasi
berjalan dalam jalur yang sama. Trend adalah bagian dari inovasi yang berhasil
sehingga membentuk persepsi publik yang akhirnya berubah menjadi trend. Inovasi
dilakukan guna menciptakan trend. Disisi lain inovasi juga mampu mengubah trend
yang ada saat ini menjadi trend yang baru.
Jobs melakukannya dengan Apple. Perusahaan elektronik tetapi
memilih menggunakan logo buah apel yang dimakan sebagian. Dan itupun berwarna putih meskipun
kenyataannya apel berwarna hijau dan
merah. Orang jenius berpikir diluar logika orang kebanyakan.
Apple berhasil mengubah pola hidup oarng melalui
produk-produknya. Saat ini di Indonesia menurut data, trend penjualan kendaran baik
mobil maupun motor didominasi oleh warna putih. Sehingga para pemasar
mengintensifkan pada warna putih sebagai produk andalan. Pengamat mengatakan
hal ini tidak terlepas dari fenomena produk-produk apple khusunya iphone, mac
dan iphod.
Jobs berhasil mengubah image warna putih yang dianggap mudah
kotor, “lecek” menjadi warna yang pretisius. Itulah kehebatan seorang pemimpin.
Mereka, para pemimpin ini memercayai dirinya. Memercayai yang diyakininya.
Mereka buktikan pada orang lain meski tidak jarang awalnya dianggap hal itu
adalah “mimpi”. Mimpi yang seolah Mission imposible. Tetapi para pemimpin
membuktikan bahwa no MISSION is IMPOSIBLE.
Keberhasilan ini kemudian membuat para pesaing mulai meniru
produk apple. Bill Gates pernah berujar bahwa orang pintar meniru sedangkan
yang dilakukan orang jenius adalah dengan mencuri. Pesaing apple kemudian mulai
meniru bahkan ada yang dianggap “mencuri” kreatifitas dan inovasi dari Apple.
Sehingga kemudian kasus ini dibawa ke
pengadilan.
Samsung
telah mengidentifikasi salah satu kelemahan dari Apple yaitu masalah harga.
Jobs tetap memegang teguh prinsip bahwa barang berkualitas berbiaya tinggi akan
dibeli oleh konsumen yang mengerti akan hal itu. Samsung melakukannya seperti
yang ada di dalam buku teks manajemen. Mereka menyerang salah satu titik kelemahan Apple, yaitu harga.
Kelemahan itu diatasi dengan cara menggunakan android milik
google yang merupakan open source sebagai OS produk mereka. Dengan demikian biaya produksi
bisa ditekan dan produk yang dihasilkan tidak kalah baik. Samsung dengan
“inovasi”nya kembali menciptakan trend baru, meskipun bukan mereka yang pertama
kali memakai android pada smartphone. Tetapi strategi mereka berhasil. Penjualan
mereka mencapai rekor. Apple mulai ditinggalkan konsumen.
Pesaing lainnya pun juga tidak mau kalah bersaing. Demi
mempertahankan kelangsungan hidupnya Nokia dan Blackberry juga ikut melakukan
inovasi ala mereka. Persaingan kembali
menarik.
Tidak kalah menariknya dengan persaingan di dalam negeri,
cicak kini mulai diganggu buaya. Bedanya, Cicak kini tidak sendirian
karena ia bersama semut rangrang. Maka keberadaan cicak dan semut rangrang ini
adalah trend. Barang siapa yang melawan trend, ia akan kalah. Sehingga
pemerintah adalah produsen, rakyat adalah konsumen. Jika pemerintah tidak ingin
tidak laku di pasar ia harus mengikuti trend atau ia harus berinovasi
menciptakan trend baru. Konsepnya adalah trend selalu menjadi pilihan yang
menguntungkan semua pihak. Karena trend is your frinds.
